Dendam Ditunjuk Pakai Kaki, Mantan Kuli Bunuh Pasutri Bule & WNI Pakai Kapak, Pembantu Ketakutan

Pelaku pembunuhan pasutri bule Jerman dan WNI dengan senjata kapak telah diamankan polisi.

KEN (84) dan NS (53) ditemukan tewas di Perumahan Giri Loka 2, BSD, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (13/3/2021) dini hari.

Mereka dibunuh Wahyuapriansyah (22), yang tak lain mantan kuli harian lepas di rumah korban.

Pembunuhan terjadi pada Jumat (12/3/2021) malam, sekitar pukul 22.30 WIB.

Wahyuapriansyah yang sudah mengenal situasi rumah korban dengan mudah beraksi.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Imanuddin mengatakan, Wahyupriansyah merencanakan pembunuhan terhadap KEN dan NS karena merasa sakit hati.

Wahyuapriansyah telah"Pelaku merasa sering dikata-katai dengan kata-kata kotor dan perbuatan-perbuatan yang menurut pelaku sangat menghina dirinya," ujar Iman di Mapolres Tangerang Kota, Banten, Minggu (14/3/2021).

Berdasarkan pengakuan pelaku, ia sering ditunjuk-tunjuk oleh NS dengan menggunakan kaki.

Sementara itu, KEN pernah menamparnya sebanyak dua kali. dihina dan diperlakukan secara kasar oleh kedua korban.

Wahyupriansyah sendiri sempat bekerja selama kurang lebih dua minggu di rumah KEN dan NS sebagai kuli harian lepas, tepatnya pada 22 Februari 2021 hingga 8 Maret 2021.

"Pelaku merasa sering dikata-katai dengan kata-kata kotor dan perbuatan-perbuatan yang menurut pelaku sangat menghina dirinya," ujar Iman di Mapolres Tangerang Kota, Banten, Minggu (14/3/2021).

Berdasarkan pengakuan pelaku, ia sering ditunjuk-tunjuk oleh NS dengan menggunakan kaki. Sementara itu, KEN pernah menamparnya sebanyak dua kali.

"Jadi ada mungkin ada kesalahan-kesalahan saat pelaku ini mengerjakan rumah karena sedang perbaikan rumah."

"Kemudian ada kata-kata yang menyinggung atau menyakiti pelaku sehingga pelaku merasa dendam," ujar Iman.

KEN dan NS kemudian memutuskan untuk memberhentikan Wahyuapriansyah karena dinilai tak bekerja secara maksimal.

Empat hari berselang, aksi keji dan nekat sang mantan kuli terjadi.

Kronologi kejadian Wahyuapriansyah disebut polisi, telah merencanakan pembunuhan pasutri KEN dan NS.

Ia berangkat dari rumahnya di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (12/3/2021) malam, menuju kediaman pasangan KEN dan NS di Giri Loka 2 BSD untuk menghabisi nyawa mereka.

Tiba di gerbang perumahan, Wahyuapriansyah bisa melenggang masuk dengan mudah.

Sekuriti perumahan tidak curiga pelaku datang malam hari, karena sudah biasa ke rumah korban.

Sebelum terjadi pembunuhan, sekuriti memang sempat melihat ada tamu yang berkunjung ke rumah KEN dan NS pada Jumat malam.

Namun, ia tidak dicurigai karena sering bertamu, hal itu dibenarkan oleh pihak kepolisian.

"Tidak (curiga). Karena yang bersangkutan pernah kerja di sini."

"Ya memang diijinkan masuk karena (tahu) kerja di situ," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Angga Surya.

Tiba di depan rumah korban, Wahyuapriansyah kemudian memanjat masuk lewat tembok dan menuju pekarangan rumah.

Pelaku kemudian masuk ke rumah dengan cara memanjat stager ke lantai dua rumah korban.

"Karena dia tahu lantai dua tidak pernah dikunci," tambah Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Angga Surya.

Wahyuapriansyah kemudian mengamati aktivitas KEN dan NS dari lantai dua.

Sekitar lima menit, pelaku mengintai para korban hingga akhirnya masuk ke dalam kamar.

"Setelah dia melihat situasi di bawah ternyata korban belum tidur sehingga ditunggu."

"Setelah lima menit kemudian korban masuk kamar, dia turun melalui tangga," tambah Angga. Pelaku kemudian menuju ke arah pintu utama. 


Sumber: jatim.tribunnews.com

Belum ada Komentar untuk "Dendam Ditunjuk Pakai Kaki, Mantan Kuli Bunuh Pasutri Bule & WNI Pakai Kapak, Pembantu Ketakutan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel